ketika menulis ini, lagu Naradira oleh Luthfi Aulia dan Feby Putri terus menemani penulis dalam memeluk kenangan lamanya:

https://open.spotify.com/track/1MdmFDWh4mOgnD5KdUuwfh?si=dca535f7be354353

ketika mengenal dirimu sebagai sosok yang bisa kucintai, aku banyak belajar ragam cinta yang kuharap menjadi amalan baik bagi kita berdua. meski perlahan kupahami bahwa kita takkan mungkin melengkapi sperti yang dibayangkan, aku slalu ingin mendoakan seribu satu hal baik agar mudah langkahmu dalam hidup.

<aside>

semoga engkau lupa bagaimana bentuk perasaan yang ada saat presensiku di tengah hidupmu agar tak jadi mimpi buruk atau penyesalan di lain hari.

semoga tak ada kata-kata yang lekat denganku agar smua ungkapan baik yang kubagikan bisa sering kau ulang-ulang dengan mudah untuk menguatkan dirimu sendiri.

semoga kau percaya bahwa aku serupa datang dan pergi yang terus terjadi dalam hidup agar tak sedetik pun kau ingat aku dalam keping-keping keseharianmu kedepannya.

</aside>

bagiku, mengenal seorang yang memahami dirinya sendiri adalah suatu hal yang baru dan mungkin saja menjadi pelajaran baik untuk diri ini. kau yang tak ragu-ragu meninggalkanku tanpa alasan untuk hal yang tengah kau usahakan tampak samar-samar sisi baiknya di mataku yang tak pernah mampu untuk itu. aku tak bisa marah, kau tau itu. tapi aku bisa terluka yang amat besar sbab dari sana kupahami bahwa terkadang akulah sosok yang bisa dibuang untuk meringankan perjalanan itu. aku masih tak yakin bagaimana aku menilai baik dan buruk perilakumu sebab kau abu-abu.

mungkin aku akan jadi orang pertama yang akan terus menerus mendoakan agar kau lekas belajar menjadi orang baik. agar tak terluka lagi orang-orang lain setelahku, meski aku tak pernah ada dalam list itu. kudoakan semoga kau paham bahwa bentuk aman itu perlu kau usahakan untuk hati baik lainnya. sebab tak mungkin doa-doa itu melindungimu selalu. kupinta ke langit agar mengenalkan cara berpamitan ke orang lain dengan benar agar tak ada lagi yang mencurahkan sedih pada langit dan mungkin minta kau tersakiti juga.

aku tak pernah yakin doa-doaku baik sebab luka-lukaku ikut berbicara dalam rapalannya. hanya saja, kuharap kamu perlahan tau meminta maaf pada yang tak ingin kau jaga lagi dan sebaliknya, mampu merawat yang ingin kau rawat.

mudah-mudahan dalam pencarianmu, selalu terjaga di jalan.

mudah-mudahan tawa dan tangismu slalu mampu membasuh letihmu.

mudah-mudahan dimanapun itu, kau temukan beranda yang hangat memelukmu di akhir hari.

properti foto sampul oleh Ivana Cajina melalui Unsplash.